Dinamika populasi dan pengendalian Kepik hitam pada tanaman padi di provinsi Sulawesi Selatan

0
1328

kepik nangringHama kepik hitam (Paraeucosmetus pallicornis) hingga kini belum banyak ditangani sehingga informasinya sulit dicari di perpustakaan. Informasi dari internet awalnya bersifat negatif yaitu kesalahan persepsi, sedangkan dari lembaga penelitian maupun praktisi lapangan juga belum benar sehingga perlu dilakukan studi dasar untuk sampai kepada upaya pengendalian di lapangan.

Hama Kepik hitam dapat dikategorikan sebagai hama baru di indonesia, karena pertama kali ditemukan pada tahun 2005 di Desa Toraut, Dumoga-Sulawesi Utara. Hama ini dikenal oleh petani dengan nama  “semut hitam”. Karena bentuk, ukuran, dan pergerakannya seperti semut hitam (Sembel, 1989).

 

 

 

 

 
Rekepik gejalaferensi diperoleh dari para pakar di Lembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, Praktisi Perlindungan Tanaman, Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc. (Guru besar IPB dan Ketua I Komisi Perlindungan Tanaman Indonesia) menyebutkan bahwa nama kepik hitam di Sulawesi adalah Paraeucosmetus pallicornis (Dallas). Hal tersebut didasarkan atas hasil pemeriksaan terhadap imago yang dikoleksi dari persawahan di Desa Popontolen dan Matani, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan dalam Laporan Perjalanan Dinas ke Provinsi Sulawesi Utara pada hari Kamis dan Jumat tanggal 4-5 Desember 2008. Menurut Kalangi (1986), kerapatan populasi hama kepik hitam dilaporkan mencapai 76 ekor per ayunan jaring. Sembel (1989) menyebutnya sebagai Paraecosmetus sp. Nama tersebut berdasarkan hasil identifikasi Dr. Scuder dari University of British Colombia, Vancauver, Kanada.  

 

 

 

 

 

 

 

kepik bulir3Rauf, (2008) menyatakan penyebaran kepik hitam semakin meluas dan dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah yang lebih besar di masa mendatang. Oleh karena itu pengaturan pola tanam merupakan prioritas pertama yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan hama ini.  Disamping itu agens hayati yang berupa patogen serangga (Beauveria, Metarrhizium) perlu dikembangkan di tingkat kelompok/hamparan.
Dinamika Populasi dan Pengendalian Kepik hitam pada Tanaman Padi di Provinsi Sulawesi Selatan, Tujuan kajian ini adalah untuk Mempelajari pola umum perkembangan populasi dan teknologi pengendalian kepik hitam melalui pengamatan lapangan dan laboratorium. Sasaran kajian ini adalah 1) Terlaksananya pengamatan lapangan di 18 hamparan, 2)Tersedianya informasi tentang pengendalian hama kepik hitam, 3) Tersedianya informasi tentang bioekologi hama kepik hitam.

.

 

 

 

 

 

 

 

kepik awetanKajian dilaksanakan di wilayah kerja Instalasi Pengamatan Peramalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Pinrang. Provinsi Sulawesi Selatan bulan April – Desember 2011. Metode kegiatan adalah pengamatan Lapang Dinamika Populasi dan Semilaboratorium, yaitu meliputi Rearing, Siklus Hidup, Eksplorasi Entomopatogen, Uji pengendalian nabati, patogen serangga dan Kimia, Pembuatan Koleksi Spesimen.

Hasil Pengamatan Lapangan Dinamika populasi adalah Terjadi dua puncak populasi kepik hitam yaitu pada umur tanaman 4 MST (0,23 ekor/10 rumpun) dan 11 Mst (0,65 ekor/10 rumpun. kegiatan laboratorium:  Telur berukuran panjang 1 mm dan menetas setelah 4-6 hari. Nimfa berbentuk ramping terdiri dari 5 instar dan lama perkembangan nimfa berkisar 14-21 hari. Dewasa berukuran panjang 7-7,5 mm dan lama hidup dewasa 6-12 hari. pengambilan sampel untuk rearing dibawa menggunakan pot yang diisi tanaman dan diberi kassa sedangkan kepik yang terserang jamur entomopatogen ditumbuhkan di media PSA dan diidentifikasi untuk kegiatan eksplorasi. Uji pengendalian pestisida nabati yang tertinggi terdapat  pada pengamatan 192 jam adalah ekstrak daun mimba. Uji pengendalian Jamur patogen Serangga yang tertinggi terdapat  pada pengamatan 192 jam adalah Beauveria bassiana. Uji pengendalian Pestisida Kimia yang tertinggi terdapat Pada pengamatan ke-1 (24 jam) adalah pada perlakuan klorantraniliprol-tiametoksam dengan semua dosis yaitu 100%. Tersedianya koleksi serangga kepik hitam untuk identifikasi  serangga di Balai Besar  peramalan OPT.

Laporan Kajian Dinamika populasi dan pengendalian Kepik hitam pada tanaman padi di provinsi Sulawesidapat didownload disini!

 

 

catatan :permintaan password dengan mengirimkan email ke

 

bbpopt@gmail.com cc kanggoa@yahoo.com

 

dengan mencantumkan nama, instansi dan keperluan dokumen

 

 

.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here