Pengaruh Aplikasi Beberapa Agens Hayati dan Pestisida Nabati Terhadap Perkembangan Populasi Penggerek Tongkol dan Penyakit Hawar Daun Jagung

0
911

ahdpn  Pengaruh  Aplikasi  Beberapa  Agens  Hayati  dan Pestisida  Nabati  Terhadap  Perkembangan   Populasi Penggerek  Tongkol dan Penyakit Hawar Daun Jagung

 

 

Jagung merupakan salah satu komoditas serealia yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Peranan jagung selain sebagai pangan (food) dan pakan (feed), sekarang banyak digunakan sebagai bahan baku energi (fuel) serta bahan baku industri lainnya yang kebutuhannya setiap tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu kendala penting dalam upaya pengembangan budidaya dan peningkatan produksi jagung adalah adanya serangan hama dan penyakit. Kerusakan akibat hama dan penyakit pada tanaman jagung pernah dilaporkan mencapai 26,5% (Sudjono dalam Subandi et al. 1988).Penggerek tongkol jagung (H. armigera Hbn) dan Penyakit hawar daun jagung yang disebabkan oleh H. turcicum adalah OPT utama pada tanaman jagung (Baco dan Tandiabang, 1988, Manti, 1986 dan Anonim, 1989).

.

.

jagung

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Penggunaan pestisida nabati dan agensia hayati merupakan alternatif untuk mengendalikan OPT. Pemanfaatan pestisida nabati dan agensia hayati diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestida sintetik dalam rangka melindungi tanamannya dari serangan hama dan penyakit. Beberapa pestisida nabati dan agensia hayati yang pernah dilaporkan mempunyai potensi  untuk mengendalikan hama dan penyakit antara lain tanaman nimba, mindi dan lengkuas dari golongan pestisida nabati serta bakteri Corynebacterium dan Beauveria dari golongan agensia hayati.Berdasarkan hal tersebut diatas, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari pada Musim Tanam 2012 melakukan kajian mengenai pemanfaatan tanaman nimba, mindi, lengkuas, bakteri Corynebacterium dan jamur Beauveria khususnya dalam mengendalikan ulat penggerek tongkol dan penyakit hawar daun jagung.

.

.

paeni
.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Berdasarkan hasil kegiatan kajian pengaruh aplikasi beberapa agens hayati dan pestisida nabati terhadap perkembangan penyakit hawar daun dan hama penggerek tongkol jagung di lapangan, diketahui bahwa daun mimba, daun mindi dan rimpang lengkuas dari golongan pestisida nabati serta Corynebacterium dan Beauveria bassiana dari golongan agensia hayati mempunyai potensi yang cukup baik sebagai agens pengendali untuk penyakit hawar daun dan penggerek tongkol jagung. Hasil analisis statistik, menunjukkan bahwa perlakuan pestisida nabati (daun mimba, daun mindi dan rimpang lengkuas) serta agensia hayati (Corynebacterium dan Beauveria bassiana) memberikan pengaruh yang berbeda nyata bila dibandingkan dengan kontrol baik untuk parameter intensitas serangan penyakit hawar daun, populasi penggerek tongkol maupun intensitas serangan penggerek tongkol jagung. Daun mimba, daun mindi dan rimpang lengkuas dari golongan pestisida nabati serta Corynebacterium dan Beauveria bassiana dari golongan agensia hayati bisa digunakan sebagai alternatif untuk mengendalikan penyakit hawar daun dan penggerek tongkol jagung. Namun, untuk mendapatkan konsentrasi atau dosis aplikasi yang paling efektif perlu dilakukan kembali uji efektivitas.

 

Laporan akhir pengembangan teknologi pengamatan Pengaruh  Aplikasi  Beberapa  Agens  Hayati  dan Pestisida  Nabati  Terhadap  Perkembangan   Populasi Penggerek  Tongkol dan Penyakit Hawar Daun Jagung didownload disini!

catatan :permintaan password dengan mengirimkan email ke

bbpopt@gmail.com cc kanggoa@yahoo.com

dengan mencantumkan nama, instansi dan keperluan dokumen

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here