Screening Insektisida Untuk Pengendalian Hama Utama Pada Tanaman Kedelai

0
883

 

efikasi

Kebutuhan komoditas kedelai saat ini semakin meningkat, pemerintah  pada tahun 2011 menetapkan target produksi kedelai sebesar 1,1 juta ton. Lebih tinggi dari tahun 2010 sebesar 910.000 ribu ton, sementara itu angka konsumsi kedele mencapai 1,6 juta ton sehingga pemerintah harus mengimpor kedele sebesar 500 ribu ton (BPS). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu dilakukan upaya peningkatan produksi.

 

Pada tahun 2010 Pemerintah melalui Badan Litbang   telah melakukan pengembangan dan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kedelai dan efesiensi input produksi.

 

Budidaya tanaman kedelai khususnya di Jawa Tengah, yang diupayakan di sawah merupakan tanaman penyelang setelah tanaman utama dipanen (padi), sehingga waktu dan lokasi untuk usaha tani kedelai sangat terbatas saat ini. Kedelai dilahan sawah umumnya diusahakan setelah panen padi yaitu pada April – Juni pada lahan semi irigasi, apabila air masih memungkinkan pada Juli – Oktober (pada lahan irigasi, setelah panen padi gadu).

 

Peningkatan produksi kedelai kering di luar Jawa saat ini mencapai 22,43 ribu ton angka tersebut dicapai karena terjadinya perluasan areal panen sebesar 4,99 ribu ha dan peningkatan produktivitas sebesar 0,29 kwintal per ha, sedangkan di Jawa angka produksi kedele kering hanya 3,46 ribu ton. Peningkatan produksi kedelai kering khususnya di pulau Jawa masih bisa dicapai salah satunya adalah adalah dengan mengoptimalkan cara budidaya kedelai termasuk pengendalian terhadap OPT utama kedele.

 

efikasi3

Pada umumnya para petani untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit masih mengandalkan penggunaan pestisida kimia yang dapat diperoleh dengan mudah di pasaran, meskipun dalam prakteknya tidak sedikit yang salah sasaran didalam cara penggunaannya, seperti tidak tepat pemilihan jenis pestisida yang digunakan, cara aplikasi, dosis pemakaian, waktu pengendalian serta sasaran OPT.

Sejak digulirkannya kebijakan deregulasi di bidang pendaftaran pestisida pada tahun 2001, dimana jumlah dan jenis pestisida yang beredar di pasaran semakin meningkat, sampai tahun 2007 jumlah pestisida yang terdaftar untuk pertanian mencapai 1.670 formulasi sedangkan pestisida terdaftar untuk tanaman pangan sebanyak 706 formulasi, yang terdiri dari pestisida untuk padi sebanyak 356 formulasi, pestisida untuk jagung sebanyak 83 formulasi, pestisida untuk kedelai sebanyak 251 formulasi dan pestisida untuk kacang tanah sebanyak 36 formulasi.

 

Disatu sisi kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada petani untuk mendapatkan pestisida dengan beragam formulasi sesuai kebutuhannya dengan harga yang terjangkau. Namun di sisi lain, hal tersebut juga telah mendorong petani untuk menggunakan pestisida secara berlebihan dan tidak efisien.

 

efikasi4

Untuk membantu petani agar mengetahui pestisida yang efektif dan relatif aman bagi manusia serta lingkungan khususnya untuk tanaman kedele, Balai Besar Peramalan OPT Jatisari pada Tahun Anggaran 2011 akan mengadakan kegiatan lapang Screening Insektisida Untuk Pengendalian Hama Utama Pada Tanaman Kedele dengan tujuan dapat diketahui jenis pestisida yang efektif, efisien, aman terhadap penggunaan dan lingkungan serta dapat mengendalikan OPT sasaran.

Laporan akhir kajian Screening Insektisida Untuk Pengendalian Hama Utama Pada Tanaman Kedelai dapat didownload disini!

 

catatan :permintaan password dengan mengirimkan email ke

bbpopt@gmail.com cc kanggoa@yahoo.com

dengan mencantumkan nama, instansi dan keperluan dokumen

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here